Jumat, 08 Maret 2013

Batu-Batu Berharga

 on  with No comments 
In ,  
Batu-Batu Berharga
Oleh Ajahn Brahm

Beberapa tahun lalu disebuah sekolah bisnis terkemuka di Amerika Serikat, seorang profesor menyampaikan sebuah kuliah yang luar biasa tentang ekonomi sosial didepan kelas S2-nya. Tanpa menjelaskan apa yang sedang dilakukannya, dengan hati-hati sang profesor meletakkan sebuah toples kaca di atas mejanya. Lalu, dengan diikuti tatapan mata para mahasiswanya, dia mengeluarkan sekantong penuh batu dan memasukkannya satu per satu ke dalam toples itu, sampai tidak ada lagi batu yang bisa dimasukkan. Dia bertanya kepada para mahasiswanya, ''Apakah toples ini sudah penuh?''

''Ya'' jawab mereka.

Sang profesor tersenyum. Dari bawah mejanya, dia meraih tas kedua, yang satu ini penuh kerikil. Dia lalu menuangkan sambil menggoyang-goyangkan kerikil-kerikil itu untuk mengisi celah-celah di antara batu-batu yang lebih besar di dalam toples. Untuk kedua kalinya, dia bertanya kepada para mahasiswanya, ''Apakah toples ini sudah penuh?''

''Belum'' jawab mereka. Sekarang mereka sudah mulai dapat menebaknya.

Tentu saja mereka benar, karena sang profesor mengambil lagi sekantong penuh pasir halus. Dia berusaha menuangkan pasir itu ke dalam toples, mengisi celah-celah di antara batu-batu besar dan kerikil-kerikil yang telah dimasukkan sebelumnya. Lagi-lagi dia bertanya, ''Apakah toples ini sudah penuh?''

“Mungkin tidak, Pak, yang tahu cuma Anda'', Jawab mahasiswanya.

Tersenyum mendengarkan jawaban itu, sang profesor mengeluarkan seteko air, lalu dia tuangkan ke dalam toples yang penuh dengan batu, krikil, dan pasir itu. Ketika tidak ada lagi air yang dapat dituangkan ke dalam toples itu, dia meletakkan teko itu dan memandang ke seluruh kelas.

''Lantas, apa pelajaran yang dapat kalian petik?'' tanyanya kepada para mahasiswa.

''Tak peduli seberapa padatnya jadwal Anda,'' sambut salah seorang mahasiswa, ''Anda akan selalu menambahkan sesuatu ke dalamnya!'' Jangan lupa, ini kan sekolah bisnis terkenal.

''Bukan!'' gelegar sang profesor dengan penuh empati. ''Apa yang ditunjukkan adalah jika kalian ingin memasukkan batu-batu yang besar, kalian harus memasukkannya pertama kali''.

Itu adalah pelajaran tentang prioritas.

Jadi apakah ''batu besar'' yang ada di dalam ''toples'' Anda? Apakah hal yang paling penting yang harus dimasukkan ke dalam kehidupan Anda? Pastikanlah untuk pertama-tama menjadwalkan ''batu-batu berharga'' ke dalam hidup Anda, atau Anda tidak akan pernah mendapatkannya, untuk mengisi hidup Anda.

Sumber:
Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya
108 Cerita Pembuka Pintu Hati
Oleh Ajahn Brahm
Share:

0 Komentar:

Posting Komentar